FAKTA MENARIK TENTANG ASTREA PRIMA

 


1. Status Kasta Tertinggi: Versi CBU dari Jepang

​Pada tahun pertama peluncurannya (1988), Astrea Prima yang beredar di Indonesia didatangkan secara utuh atau CBU (Completely Built Up) dari Jepang.

​Ciri Versi Jepang: Ciri paling ikonik dari versi CBU ini adalah suspensi depan (garpu depan) yang dicat dengan warna abu-abu monyet, serta mesinnya yang dirasakan jauh lebih halus dan material bodinya yang sangat tebal. Baru pada tahun 1989 ke atas, motor ini dirakit secara lokal (CKD) oleh PT Federal Motor dengan ciri suspensi depan yang berubah warna menjadi hitam. 




2. Pelopor Mesin 100cc dan Transmisi 4-Percepatan

​Sebelum Astrea Prima lahir, motor bebek Honda di Indonesia (seperti Honda Super Cub 700/800 dan Astrea Star) hanya dibekali mesin berkapasitas 80cc hingga 85cc dengan transmisi 3-percepatan saja.

​Astrea Prima adalah pencetus pertama penggunaan mesin legenda C-Series berkapasitas murni 97 cc (100cc) yang dipadukan dengan transmisi 4-percepatan di keluarga motor bebek Honda Indonesia. Formula mesin inilah yang nantinya diwariskan ke Astrea Grand, Supra, hingga Honda Revo 100.



3. Desain "Kumis" di Atas Spakbor Depan

​Salah satu aksesori bawaan pabrik yang paling ikonik dan dicari dari Astrea Prima adalah adanya braket keranjang kecil di atas spakbor depan, tepat di bawah lampu utama. Di kalangan anak motor, komponen ini sering disebut sebagai "kumis" Astrea Prima. Fungsi aslinya adalah sebagai dudukan jika pemilik ingin memasang keranjang barang mini di bagian depan.



4. Nama Berbeda di Tiap Negara (Saudara Kembar "Honda Dream")

​Di Indonesia motor ini dinamai Astrea Prima. Namun, karena motor ini merupakan produk global Honda untuk pasar Asia Tenggara, ia memiliki nama panggilan yang berbeda di negara tetangga:

​Di Malaysia, motor ini dikenal dengan nama Honda EX5.

​Di Thailand dan Vietnam, ia dipanggil Honda Dream 100.

Menariknya, di Malaysia dan Vietnam, desain bodi kotak ala Astrea Prima ini sangat dicintai hingga produksinya terus berjalan selama berpuluh-puluh tahun bahkan ketika Indonesia sudah beralih ke era Supra dan Karisma.



5. Pelopor Kenyamanan Suspensi Teleskopik

​Sebelum era Astrea Prima, mayoritas motor bebek Honda menggunakan suspensi depan jenis leading link (sering disebut suspensi ayun atau "jeding"). Astrea Prima mendobrak tradisi itu dengan menjadi salah satu bebek Honda pertama di tanah air yang mengadopsi suspensi depan jenis Teleskopik (seperti motor sport). Inovasi ini membuat kestabilan motor saat dipacu di kecepatan tinggi dan kenyamanannya saat melibas jalanan rusak meningkat drastis.

​Sama seperti Astrea Grand, hari ini Astrea Prima (terutama edisi pertama tahun 1988 buatan Jepang) memiliki nilai nostalgia yang sangat mahal. Unit yang masih segar dan memiliki komponen orisinil bawaan lahir sering kali menjadi rebutan dengan harga yang gelap di pasar motor antik.




Belum ada Komentar untuk "FAKTA MENARIK TENTANG ASTREA PRIMA"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel